3 Senjata Rahasia Public Relations PR Untuk Membantu Membangun Merek Perusahaan

Berkutat di dunia PR, sesungguhnya segala hal didalamnya
berifat sangat disiplin dan dapat di prediksi. Berkarir menjadi PR, minimal
akan berususan dengan press tours, tradeshows, press release dan launch events.
Segala hal tersebut merupakan hal yang bersifat standar dan juga sebagai
platform bagi perusahaan dalam menyampaikan company's brand story.

 Sama seperti bidang industri lainnya, perubahan inovasi dan
teknologi bisa saja berbalik menjadi hambatan tersendiri. Maka, seiring dengan
perkembangan zaman perubahan tersebut secara tak langsung juga mengubah cara PR
dalam membuat, menyampaikan dan membagikan company's brand story.

 Setiap brand, produk dan bahkan seorang manusia pastinya
mempunyai berbagai cerita yang ingin disampaikan. Sebuah cerita bagi perusahaan
merupakan hal yang bersifat essensial karena dapat mempengaruhi eksistensinya
di masa mendatang. Inilah mengapa seorang PR penting untuk mengetahui bagaimana
perusahaan dapat menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang baik, diwaktu
yang tepat kepada orang yang benar.

 Berikut tipsnya:

 1. Dahulukan sebuah cerita

 Seorang PR harus pandai menjadi seorang 'storytellers'
dimana dia wajib memahami seluk beluk bidang perusahaan tempatnya bekerja.
Hasilnya akan terdapat dua manfaat komunikasi dari faktor internal dan
eksternal perusahaan. Apa visi perusahaan? Bagaimana produk yang dibawa
orang-orang dapat menghidupkan visi perusahaan? Apakah ciri unik bisnis
perusahaan dimana tidak ada perusahaan lain yang tidak dapat melakukannya?
Bagaimana cara perusahaan membuat kehidupan kustomer dan rekan bisnis menjadi
lebih baik? Apa misi perusahaan? Setiap pertanyaan ini semestinya dapar dijawab
dengan baik guna membangun cerita mendasar sebuah brand dan budaya perusahaan.

 Bagaimana cara melakukannya? Ya, seorang PR benar-benar akan
membutuhkan waktu untuk menyiapkan dan menulis cerita yang ingin disampaikan.
Apa ekspektasi dan keinginan perusahaan terhadap audiens setelah audiens
membaca dan mendengar brand? Menyampaaikan cerita dengan jujur kepada khalayak
menjadi sebuah keharusan. Bila perusahaan belum mempunyai cerita menarik dan
bernilai untuk dikabarkan, maka jangan ceritakan apapun, tunggulah waktu yang
tepat.

 

2. Terdapat 3 hal penting untuk ditekankan

 Bahwasanya PR mempunyai ruang lingkup yang luas, bukan
sekedar media relations. Media relations memang merupakan elemen yang penting,
namun setidaknya terdapat 3 level penting bagi perusahaan untuk dipertimbangkan
ketika ingin menyampaikan company’s story, yaitu traditional, syndicated dan
owned.

 

A.     
Traditional

 Seorang PR harus tetap
membangun relasi yang baik dengan para wartawan. Dengan ini, maka perusahaan bisa
meminta bantuan keppada para wartawan untuk membantu menaikkan company’s story
kepada pembaca media tersebut.

 

B.     
Syndicated

 Sindikasi terjadi ketika
perusahaan memiliki hubungan dengan properti online untuk menghasilkan konten
yang disesuaikan atau spesifik untuk pembaca mereka. Setiap brand atau produk
perusahaan saat ini sudah tersindikasi 24/7 non-stop melalui media online dimana
konten yang ditawarkan cenderung bersifat faktual dan menarik. Cara terbaik
untuk melakukan ini adalah memahami apa yang perusahaan tawarkan maka entitas
media akan lebih berharga. Data, survei, wawasan pelanggan, dan aset lain yang perusahaan
miliki mungkin sempurna untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

 

C.      
Owned

 Masa depan PR akan menjadi
konten yang owned atau dimiliki. Aset yang perusahaan buat akan menghidupkan
kisah perusahaan tersebut dengan cara menciptakan beberapa jenis hubungan
emosional dengan pelanggannya. Entah itu pos blog, podcast, atau konten video,
tren ini akan berlanjut karena semakin banyak perusahaan yang ingin melakukan percakapan
langsung dengan pelanggan.

 

3. PR adalah tempat menghasilkan uang, bukan membuang uang.

 ROI PR adalah di luar grafik. Ketika orang-orang berpikir
tentang semua tempat cerita perusahaan dan dampaknya, seorang PR tidak bisa
tidak berinvestasi dalam disiplin. Karena itu bukan sesuatu yang dapat diretas
dan memerlukan kesabaran yang luar biasa untuk memetik hasil, beberapa
perusahaan cenderung melihat PR sebagai divisi yang boros uang. Dalam
kenyataan, PR harus dilihat sebagai pusat laba. Dari rekrutmen hingga
pertumbuhan SEO dan pengembangan bisnis, PR dapat berfungsi sebagai katalisator
yang menjadikan merek perusahaan mempunyai imej dan reputasi yang baik di depan
orang yang tepat.

 

Lalu, apakah hal ini memungkinkan?

 Seperti industri lainnya, kunci dari kesuksesan bisnis, ada
satu aset: yaitu orang-orang yang benar dan tepat. Pada akhirnya, cerita perusahaan
adalah kekayaan intelektual bagi perusahaan tersebut. Melalui naik turunnya
bisnis, satu hal yang tidak pernah memudar adalah kisah perusahaan, dan itu
bukan sesuatu yang harus PR letakkan di tangan eksternal dan itu bukan sesuatu
yang PR investasikan.

Advo Indonesia public relations agency consultant Jakarta Indonesia


Recommendation
Comment